• Facebook
  • Linkedin
  • Google
Maya
on September 14, 2022 20 views

Setiap hal besar, dimulai dari langkah kecil dan dari apa yang kita miliki. Itu yang Albert (Co-founder, Traveloka) percayai. Dalam membangun startup dan mengembangkan produk, dibanding bersikap idealis, Albert lebih memilih bersikap perfeksionis. Untuk selalu mendengar apa yang customer inginkan dan mencoba menjawabnya dengan solusi terbaik yang dapat ia ciptakan bersama tim di Traveloka.

Bermodal tiga laptop para co-founder, perjalanan merintis Traveloka dimulai. Albert bercerita pengalaman ia dan Ferry Unardi merantau dari pulau Sumatera ke pulau Jawa merintis startup setelah kembali ke Indonesia dari Silicon Valley.

Hari ini, Traveloka telah beroperasi tak hanya di Indonesia, tetapi juga Malaysia, Thailand, Filipina, Vietnam, dan Singapura. Bekerja sama dengan lebih dari 100 maskapai domestik dan internasional, Traveloka melayani lebih dari 200.000 rute penerbangan ke seluruh dunia.

Dirintis pada 2012, bagaimana cerita di balik perjalanan Traveloka yang awalnya dirintis sebagai search engine untuk mencari tiket pesawat hingga akhirnya menjadi travel app terbesar di Asia Tenggara? Bagaimana visi, etos kerja dan budaya di balik startup Indonesia yang kini menjadi telah menjadi perusahaan kelas global?

Kisah di balik unicorn Indonesia yang satu ini mungkin yang paling susah kamu cari. Tak sering sosok di balik Traveloka muncul di media untuk membagikan cerita bagaimana mereka menjadi perusahaan kelas dunia. Ini kesempatanmu untuk mendengarkannya.

---

Startup Studio Indonesia adalah program intensif bagi early-stage startup founder dari Kementerian Komunikasi dan Informatika.

 

#GoTheExtraMiles #StartupStudioIndonesia

Website: startupstudio.id

Instagram: instagram.com/startupstudio.id

LinkedIn: linkedin.com/company/startupstudioid

(Video diupload oleh Brand Adventure Indonesia pada 28 September 2020 melalui https://www.youtube.com/watch?v=wCPxoFNAWXY)

Categories: Startups, Entrepreneurship
Like (2)
Loading...
2