• Facebook
  • Linkedin
  • Google
Maya
on August 8, 2022 25 views

Berasal dari kota kecil, Pematang Siantar, William Tanuwijaya (Co-founder dan CEO, Tokopedia) berharap dapat membuat semua orang Indonesia, hingga ke pelosok, untuk punya peluang dan kesempatan yang sama.

Bukan berlatar belakang orang yang memiliki modal besar, William harus berusaha selama dua tahun bersama co-foundernya, Leontinus, dalam mengumpulkan dana untuk merintis startupnya. Hingga akhirnya, pada 2009, mereka berdua resmi fulltime membangun Tokopedia.

William percaya bahwa untuk membangun perusahaan kelas dunia, ia harus meng-hire orang-orang kelas A. Bukanlah hal yang mudah untuk startup yang baru dirintis untuk menarik minat talenta terbaik untuk bergabung. Apalagi, kala itu, pada 2009, industri digital di Indonesia belum begitu berkembang. Namun, William akhirnya menemukan caranya. Pertumbuhan jumlah karyawan pun bertambah yang semakin pesat, dari awalnya dirintis 2 orang, kini telah mencapai ribuan orang.

Bagaimana budaya yang William bangun bersama para nakama (sebutan karyawan Tokopedia) sehingga Tokopedia dapat menjadi perusahaan teknologi yang menciptakan dampak perekonomian begitu besar di Indonesia?

---

Startup Studio Indonesia adalah program intensif bagi early-stage startup founder dari Kementerian Komunikasi dan Informatika.

#GoTheExtraMiles #StartupStudioIndonesia

Website: startupstudio.id
Instagram: instagram.com/startupstudio.id
LinkedIn: linkedin.com/company/startupstudioid

(Video diupload oleh Startup Studio Indonesia pada 29 Agustus 2020 melalui https://www.youtube.com/watch?v=tPlA2DK8i9Y)

Categories: Startups, Entrepreneurship
Be the first person to like this.