• Facebook
  • Linkedin
  • Google
Maya
on August 26, 2021 9 views

Estubizi x DailySocial

Nama Bitcoin dan blockchain sangat santer belakangan diperbicarakan di Indonesia. Keduanya seringkali dianggap sama, padahal sejatinya berbeda. Blockchain adalah operating system yang berdiri di atas Bitcoin yang merupakan salah satu jenis mata uang digital (cryptocurrency).

Selayaknya teknologi yang terus menerus berkembang, blockchain dan cryptocurrency pun juga demikian membuat Pang Xue Kai mendirikan Tokocrypto. Melalui Tokocrypto, Kai ingin membentuk ekosistem cryptocurrency jadi lebih terstruktur, sehingga orang-orang pun pada akhirnya bisa merasakan dampaknya di kemudian hari.

Dalam #SelasaStartup edisi pekan pertama Juli 2018, Kai akan banyak menceritakan mulai dari sejarah awal blockchain, apa kelebihan dan kekurangan dari blockchain, hingga revolusi selanjutnya dari blockchain dengan cryptocurrency.

Revolusi perjalanan blockchain
Konsep Bitcoin muncul saat krisis keuangan global di 2008, saat banyak orang kehilangan kepercayaan pada bank dan otoritas pusat. Berteknologi blockchain, Bitcoin dapat menghilangkan ketergantungan pada otoritas pusat, alias tidak ada titik pusat kegagalan, serta memecahkan inefisiensi di dunia nyata.

Satoshi Nakamoto melihat kontrol mata uang terlalu penting untuk diserahkan sepenuhnya kepada bankir dan lembaga keuangan. Hasil karyanya diterbitkan pada 2008 ke dalam milis kriptografi metzdowd.com. Setelah itu, membuat harga Bitcoin melambung tinggi hingga mencapai Rp200 juta per 1 BTC di Desember 2017. Lalu turun drastis jadi Rp60 juta.

Volatilitas harga Bitcoin yang terus berubah-ubah, sebab ide dasarnya adalah kita tidak bisa mencetak lebih banyak dari jumlah yang sudah ditetapkan yakni 21 juta BTC. Sementara sudah ada lebih dari 17 juta BTC yang beredar dan setiap harinya para penambang bersaing satu sama lain mendapatkan imbalan dari Bitcoin baru ketika transaksi berhasil diselesaikan.

Disinilah mulai terjadinya blockchain 1.0, akan tetapi kelebihan dan kekurangan. Akhirnya mendorong terjadinya pembaruan sistem ke versi 1.5 (2009-2015). Dalam versi ini ada beberapa cryptocurrency yang muncul setiap hari untuk bertarung dengan Bitcoin. Hingga kini ada sekitar 1.565 cryptocurrency yang tersedia melalui internet dan jumlah terus bertambah. Diantaranya Litecoin, Dash, Ripple, dan sebagainya.

Kemudian muncul blockchain 2.0 (2015). Sebelumnya cryptocurrency dianggap sebagai mata uang saja, blockchain digunakan untuk mencatat sejarah transaksi. Di versi ini lahir Ethereum pada 2015, ini lebih dari sekadar mata uang. Juga memungkinkan pembuatan aplikasi yang terdesentralisasi pada blockchain.

Lahir blockchain 2.5 (2015-2017) dikenal sebagai blockchain baru yang dapat diprogram dengan teknologi yang berbeda dan solusi khusus dikembangkan. Di sini lahir cryptocurrency baru seperti Vechain, Neo, Nem, Waltonchain, Vechain, dan Komodo.

Versi ini punya kekurangan, ada masalah kemacetan jaringan karena jumlah pengguna yang terus meningkat. Ini menyebabkan biaya tinggi dan waktu validasi panjang misal Ethereum butuh 15 transactions per second (TPS). Disamping itu dari sisi interoperabilitas, setiap blockchain terisolasi dan tidak dapat berkomunikasi satu sama lain. Konsumsi listrik juga tinggi setiap kali menambang cryptocurrency.

Terakhir adalah blockchain 3.0 (2017-2018) hadir untuk menyelesaikan masalah di versi sebelumnya. Seperti, dalam mengatasi skalabilitas ada Ziliqa & Ethereum (Sharding), IOTA (Tangle), Bitcoin (Lighting Network), dan Nano (Directed Acylic Graph). Interoperabilitas ada Icon & Aion (Cross-chain) dan Bitcoin (Atomic Swap). Masalah lingkungan dengan Ethereum & EOS (Proof-of-Stake).

Baca Selengkapnya:
https://dailysocial.id/post/cryptocurrency-sebagai-salah-satu-masa-depan-blockchain

Jangan lupa ikuti insight khas DailySocial seputar tren teknologi dan startup di:

- Twitter (http://dly.social/twitter)
- Instagram (http://dly.social/instagram)
- Facebook (http://dly.social/facebook)
- Youtube (http://dly.social/youtube)

(Video diupload oleh DailySocial pada 6 Juli 2018 melalui https://www.youtube.com/watch?v=racjGt4WUIE)

Categories: Tech, Finance & Funding