• Facebook
  • Linkedin
  • Google
Maya
by on October 18, 2019
127 views

Estubizi X DailySocial.id

Banyak startup yang masih berpikir bahwa dalam kondisinya saat ini masih terlalu dini untuk berbicara tentang ekspansi ke pasar internasional. Justifikasinya selalu pada misi untuk mematangkan pasar lokal. Namun bagi sebuah startup global penyedia platform suvei online SurveyMonkey hal tersebut tidak berlaku. Tepatnya ketika Selina Tobaccowala bergabung (sekarang menjadi Presiden dan CTO), revolusi proses bisnis itu mulai dibentuk.

Terobosan yang dilakukan Selina cukup unik, ketika ia masuk gebrakan pertama yang menjadi suksesi adalah berhasil merubah 85 persen dari proses bisnis yang ada sehingga berhalangan dan dilakukan dalam Bahasa Inggris. Bukan tanpa maksud, hal tersebut dilakukan untuk mematangkan tonggak SurveyMonkey untuk mengarah kepada pencapaian global. Sejak saat itu ‘internasionalisasi’ bisnis menjadi visi strategis di bisnis mereka. Meskipun awalnya cukup terseok-seok, kini SurveyMonkey telah siap melayani pelanggan dari seluruh dunia dengan 17 bahasa dan pembayaran dengan 28 mata uang berbeda.

Pasar Mendukung untuk Go Internasional

Laporan tentang tren internet yang dirilis pada tahun 2014 oleh Mary Meeker mengungkapkan bahwa di tahun 2013 sebanyak 9 dari 10 properti internet dunia berbasis di Amerika Serikat (seperti Google, Facebook, Amazon dll), namun 79 persen pengguna mereka hadir dari masyarakat global. Setahun kemudian hanya 6 dari 10 yang berada di Amerika Serikat karena banyaknya ekspansi dan perusahaan baru. Pangsa pasar untuk ranah global pun persentasenya meningkat menjadi 86 persen. Begitupun dengan persentase pengguna smartphone. Pertumbuhan di Amerika Serikat hanya 12 persen, sementara di ranah global dua kali lipatnya.

Selina menganalisis betul tentang tren tersebut, yang menjadikannya berpikir bahwa stuck di pasar lokal bukanlah pilihan untuk mematangkan bisnis. ‘Seorang yang cerdas memecahkan masalah, orang bijak menghindari masalah’, sebuah quote dari Albert Einstein yang betul-betul dipegang tehuh oleh Selina. Dalam hal ini langkah bijaksana yang ia lakukan ialah menghindari masalah yang akan mungkin terjadi pada bisnis SurveyMonkey saat terus menunda untuk go internasional. Lalu apa saja kiat yang menjadi poin penting yang disampaikan oleh Selina berdasarkan pengalamannya? Terdapat empat poin yang dapat dipersiapkan sejak dini.

#1 Manajemen Konten dan Penyesuaian Desain

Hampir bagi setiap pemain bisnis saat ini website menjadi media publikasi yang krusial. Penyesuaian sistem manajemen konten menjadi langkah penting yang perlu dipersiapkan di awal untuk mulai mengenalkan produk ataupun bisnis di ranah global. Namun hal terpenting yang dipelajari Selina bahwa perlu diingat, setiap wilayah memiliki karakteristik yang berbeda. Sebagai contoh perbedaan pangsa pasar di Jepang dan Amerika Serikat. Situs-situs di Jepang lebih disukai yang memiliki konten yang kaya dan berwarna-warni, sedangkan di Amerika Serikat lebih diminati desain minimalis.

Menganggarkan produk di negara lain bukan semata-mata tentang menerjemahkan konten yang sudah dimiliki dengan bahasa yang digunakan di negara tersebut. Akan tetapi konten untuk setiap pasar memang harus benar-benar disesuaikan, tak jarang mesti diciptakan berbeda. Selena juga menambahkan, secara teknis penting untuk mendapatkan domain taksonomi yang ideal. Membeli doamin di negara tujuan pemasaran dapat menjadi pertimbangan untuk memperkuat SEO.

Hal unik lain yang menjadi pelajaran penting ialah terkait dengan desain dan kemasan produk. Dicontohkan produk SurveyMonkey berupa platform survei online, terbiasa digunakan dengan Bahasa Inggris yang cenderung pendek dalam penulisannya, formulir yang tersedia pun juga disesuaikan. Tapi ketika menggunakan template yang sama untuk bahasa di negara lain, seperti Bahasa Indonesia misalnya, yang memiliki karakter yang lebih panjang, menjadi tantangan sendiri untuk bisa membuat konsumen nyaman. Penyesuaian desain termasuk encoding mau tak mau harus dilakukan.

#2 Buat Konsumen Nyaman untuk Membayar

Pemahaman tentang kurs dan saluran konversi pembayaran internasional juga menjadi poin kunci yang harus diperkuat sebelum berekspansi mendunia. Masalah pembayaran bukan semata-mata tentang menyesuaikan mata uang di wilayah pemasaran saja, namun termasuk mengadaptasi cara paling diminati masyarkat dalam bertransaksi, terutama transaksi online.

Selina dalam paparannya menceritakan tentang diferensiasi sistem pembayaran di berbagai negara. Di Belanda orang ke mana-mana selalu membawa token di saku. Setiap kali melakukan pembayaran online mereka menggunakannya, itu adalah hal yang biasa di sana. Sementara di Jerman pembayaran dengan kartu kredit sangatlah jarang dilakukan. Sejarah kebangkrutan bank sebagai dampak Perang Dunia II menjadi cerita kelam yang masih membekas di masyarakat. Sementara di Perancis kartu yang paling umum digunakan untuk pembayaran adalah Carte Bleu.

Nah itu dia tantangannya, bagaimana bisnis dapat mendukung metode pembayaran yang berbeda. Meskipun terlihat cukup mudah disesuaikan, namun isunya adalah sistem pembayaran tersebut harus benar-benar terintegrasi dengan platform yang ditawarkan. Sementara terkadang aplikasi memiliki backend yang seragam, berisiko menambah kompleksitas dan menciptakan celah keamanan. Penyesuaian dengan kebijakan di lingkungan sekitar turut menjadi tantangan teknis yang harus dihadapi.

Selain masalah pembayaran, harga pasaran juga harus disesuaikan. Jika pernah melihat pemasaran sebuah produk yang sama dengan harga yang berbeda-beda di suatu negara itu adalah hal yang wajar. Banyak faktor yang dapat menjadikan penyesuaian harga tersebut. Ini terlihat seperti membutuhkan riset yang mendalam tentang daya beli dan kemungkinan produk untuk melenggang di suatu negara. SurveyMonkey sendiri saat ini memiliki 150 variasi berbeda terkait dengan harga, disesuaikan dengan mata uang dan paket produk.

#3 Pengolahan Data

Seperti isu yang saat ini banyak diangat di Indonesia terkait dengan produk online ber-data center di luar negeri, yakni tentang jaminan privasi, isu ini juga akan menjadi salah satu yang kritikal dan perlu dirumuskan sejak dini sebelum melakukan ekspansi internasional. Mengantisipasi isu ini menurunkan popularitas produk, ada dua hal yang dapat dilakukan. Pertama ialah dengan menyimpan data di server lokal. Kedua ialah mekanisme perlindungan profil pengguna.

Yang dilakukan SurveyMonkey mengadopsi apa yang dilakukan Ticketmaster dan Amazon. Ketika pengguna memiliki akun pada Amazon.com maka tidak akan bisa digunakan untuk login ke Amazon.co.uk, meskipun layanannya sama. Sekat tersebut akan memberikan rasa nyaman terkait dengan jaminan privasi yang saat ini mulai banyak disadari oleh masyarakat luas.

#4 Taklukkan Pengguna Perangkat Mobile

Hampir seluruh lembaga riset dan ahli analisis mengatakan bahwa adopsi perangkat mobile di dunia masih akan terus bertumbuh dan mempengaruhi banyak hal. Bisnis di bidang tech-startup seperti yang dijalankan SurveyMonkey menuntut untuk penyediaan aplikasi yang mumpuni, berjalan di lintas platform. Namun dalam merealisasikannya pengembang harus benar-benar cerdik. Bukan berarti aplikasi harus ada, dan hanya ada apa adanya.

Menanggapi tentang ini Selina mengatakan bahwa Android dan iOS memiliki nilai unik. Android dengan pengguna terbanyak dapat memaksimalkan persebaran aplikasi. Namun ketika berbicara tentang melakukan transaksi, alias berlangganan pada layanan yang disediakan, pengguna iOS akan banyak yang lebih bisa diandalkan. Dari sini strategi bisnis dan penayampaian aplikasi dapat disesuaikan dengan demografi pengguna tersebut.

Hal di atas mungkin untuk sebagian orang terlihat menyeramkan, namun nyatanya poin-poin di atas mutlak dibutuhkan untuk bisnis yang ingin meraup keuntungan dari pengguna global. Oleh karenanya mulailah bicarakan langkah dan strategi untuk merealisasikannya dengan tim sedini mungkin. Buat rencana dan target yang menjurus pada meroketnya bisnis ke pangsa pasar global. Terus bersemangat untuk merumuskan dan memulai apa yang bisa dilakukan sekarang, untuk memastikan ke depan langkah untuk memanjat ke tujuan tersebut menjadi lebih ringan ketika tuntutan bisnis mewajibkan produk harus berekspansi global.

Satu hal yang juga penting untuk dipertimbangkan. Semua hal tadi bisa saja tidak dilakukan sendirian. Dengan bermitra dengan pemain kunci di masing-masing bidang dapat meringankan langkah untuk dapat merealisasikan kebutuhan tersebut di atas. Oleh karenanya, membina partnership juga menjadi salah satu kunci paling esensial menuju kesuksesan bisnis.

(Artikel ini ditulis Randi Eka dan telah dipublikasi DailySocial.id pada 04 Juni 2015 https://dailysocial.id/post/tips-startup-go-internasional)

Posted in: Startups