• Facebook
  • Linkedin
  • Google
Maya
by on October 13, 2021
21 views

Estubizi x Jurnal

Modal awal adalah salah satu aspek penting dalam menjalankan bisnis. Perjalanan sebuah bisnis tentu akan sangat bergantung dengan modal awal yang dimiliki. Namun, saat hendak memulai usaha, penentuan modal awal sering kali menimbulkan kebingungan di kalangan pengusaha. Pertanyaan yang sering muncul adalah apakah kita harus mencari bantuan modal dari pihak lain atau menggunakan modal yang kita miliki dalam memulai sebuah usaha? Dalam dunia bisnis, kedua strategi tersebut biasa dikenal dengan istilah Bootstrapping dan Venture Capital. Untuk mengetahui lebih dalam mengenai kedua istilah tersebut, berikut penjelasannya.

Apa itu Bootstrapping?

Bootstrapping adalah strategi pengembangan bisnis yang mendapat modal dari satu pihak, baik itu dari pendiri (founder) atau pemilik (owner). Dengan kata lain, strategi ini lebih mengandalkan kekuatan internal daripada suntikan dana dari pihak luar. Biasanya, perusahaan yang menerapkan Bootstrapping memulai usaha baru dengan modal kecil. Lalu, mereka mengembangkan bisnis dengan mengandalkan perputaran uang dan pendapatan. Oleh karena itu, istilah Bootstrapping dalam Bahasa Indonesia sering disebut dengan ‘modal dengkul’.

Setidaknya, ada sejumlah alasan yang mendasari mengapa sebuah perusahaan memilih strategi Bootsrapping. Alasan pertama ialah faktor idealisme yang dimiliki oleh pemilik atau pendiri perusahaan. Biasanya, mereka enggan mendapat intervensi dalam menjalankan bisnis karena mereka menghendaki kontrol penuh dalam menentukan kebijakan, pengelolaan, anggaran, dan, arah sebuah bisnis. Kedua, pendiri perusahaan biasanya memilih strategi ini karena kondisi perusahaan belum mampu mencuri perhatian investor. Perusahaan ini biasanya belum memenuhi kriteria dan proyeksi keuntungan belum terlalu menggiurkan. Oleh karena itu, perusahaan harus dijalankan secara mandiri tanpa bantuan dana dari pihak luar.

Kelebihan Bootstrapping

  • Memiliki kuasa penuh

Strategi modal Venture Capital akan mendapat banyak intervensi dari pemilik modal dalam menentukan kebijakan bisnis sebuah perusahaan. Pemilik modal tersebut bahkan bisa saja memaksakan sebuah keputusan. Namun, intervensi-intervensi semacam itu tidak akan Anda temui apabila menerapkan strategi Bootsrapping. Hal ini karena Anda adalah pemilik tunggal dan memiliki kuasa penuh atas kebijakan perusahaan.

  • Kreatif

Memiliki dana besar memang mampu membantu Anda menyelesaikan banyak permasalahan perusahaan, tetapi tidak selamanya demikian. Sebaliknya, jika perusahaan Anda tidak memiliki modal melimpah, Anda akan dipaksa berpikir kreatif untuk mencari solusi dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan tersebut.

  • Fleksibel

Biasanya, sebuah perusahaan tidak mungkin mengubah arah bisnisnya di awal. Dengan kata lain, mengubah jenis bisnis dapat dilakukan dengan mudah apabila Anda adalah pemilik tunggal dari perusahaan. Kelebihan ini tentu tidak ditemukan di strategi Venture Capital karena anda harus mempertimbangkan stakeholder lainnya jika ingin mengubah arah bisnis perusahaan.

Kekurangan Bootstrapping

  • Jaringan terbatas

Dalam dunia bisnis, membangun relasi dengan pihak-pihak lain adalah hal yang krusial. Jika pendiri memilih untuk memulai usaha dengan strategi Bootsrapping, maka jaringan ini harus dibangun secara mandiri. Hal ini tentu sangat bertolak belakang dengan sistem Venture Capital yang biasanya telah memiliki jaringan luas dan dapat membantu perusahaan untuk dikenal lebih luas. Dengan kata lain, pendiri perusahaan yang menggunakan model Bootstrapping harus lebih giat dalam membangun jaringan usaha untuk berkembang pesat.

  • Risiko ditanggung sendiri

Memiliki kontrol penuh atas kebijakan sebuah perusahaan tak selamanya menguntungkan bagi pemilik perusahaan. Dalam menjalankan roda bisnis, perusahaan harus mendapat kritik dan masukan dari pihak lain. Hal ini karena seorang investor akan ikut menanggung kerugian apabila perusahaan mengalami kerugian besar. Oleh karena itu, salah satu kelemahan dari strategi Bootsrapping adalah segala bentuk risiko harus ditanggung sendiri.

  • Perkembangan lambat

Zona nyaman adalah salah satu kelemahan dari strategi Bootsrapping. Jika sebuah perusahaan mulai menunjukkan perkembangan, pemilik biasanya mudah terjebak dalam situasi tersebut. Hal ini karena tidak ada dorongan dari investor untuk mengembangkan bisnis. Dengan kata lain, setiap perusahaan membutuhkan inovasi terus menerus agar mampu melebarkan sayap lebih luas.

Apa itu Venture Capital?

Venture Capital atau yang biasa disingkat VC merupakan strategi yang sering ditemui dalam dunia startupVenture Capital merupakan modal usaha dalam bentuk uang yang diberikan kepada startup yang dianggap memiliki potensi untuk berkembang pesat.  Sedangkan pihak yang akan memberikan modal disebut dengan Venture Capitalist. Pihak ini nantinya akan menjalankan aktivitas manajerial, administrasi pendanaan, dan pengawasan terhadap modal yang telah diinvestasikan.

Dengan demikian, Venture Capitalist wajib memiliki proyeksi perhitungan keuntungan yang matang saat hendak menyuntikkan modal kepada startup yang didanai. Biasanya, dana yang dimiliki Venture Capitalist berasal dari Limited Partners (LP). Sementara LP biasanya adalah pihak-pihak yang memiliki modal besar, seperti misalnya orang-orang kaya, perusahaan keluarga, atau sumber-sumber lainnya yang memiliki dana melimpah. Secara sederhana, Venture Capital adalah modal dalam bentuk uang, sedangkan Venture Capitalist adalah pihak yang memberikan modal.

Biasanya, startup yang dilirik oleh Venture Capitalist adalah perusahaan yang berpotensi berkembang seratus kali lipat. Oleh karena itu, jika bisnis Anda tak menunjukkan potensi tersebut, jangan berharap Venture Capitalist akan menginvestasikan dana mereka untuk perusahaan Anda. 

Kelebihan Venture Capital

  • Status

Kredibilitas sebuah perusahaan yang didukung oleh Venture Capital biasanya akan lebih cepat melambung. Artinya, perusahaan Anda akan dilirik oleh media dan mencuri perhatian klien. Bahkan, perusahaan Anda akan disegani oleh pesaing bisnis Anda.

  • Membangun jaringan

Venture Capitalist biasanya telah memiliki jam terbang tinggi dalam dunia bisnis. Oleh karena itu, suntikan dana dari pemodal seperti ini akan membuka pintu besar bagi perusahaan Anda untuk membangun jaringan yang lebih luas. Venture Capitalist akan memperkenalkan perusahaan Anda kepada klien baru dan mengajak banyak pihak untuk bergabung.

  • Keamanan

Keamanan sebuah perusahaan yang mendapat suntikan dana dari Venture Capitalist akan terjamin. Kekuatan uang memang bukan solusi dari segala permasalahan sebuah perusahaan, tetapi setidaknya kekuatan ini akan memberi bantuan penting saat bisnis Anda mengalami kendala tertentu.

Kekurangan Venture Capital

  • Status kepemilikan

Perusahaan yang mendapatkan suntikan dana dari Venture Capitalist akan mendapat suntikan dana besar akan memengaruhi status kepemilikan saham. Hal ini karena besaran modal yang diberikan juga akan berimbas pada besaran saham yang akan dimiliki oleh Venture Capitalist. Bahkan, jika angka kepemilikan saham Venture Capitalist telah melebihi 50%, maka pendiri perusahaan akan kehilangan kontrol terhadap kebijakan perusahaan. Secara sederhana, pendiri perusahaan bisa saja kehilangan status kepemilikan karena kehilangan saham akibat suntikan dana dari Venture Capitalist.

  • Kontrol terbatas

Apabila pendiri perusahaan memutuskan untuk memulai bisnis dengan bantuan Venture Capital, maka mereka harus bersiap kehilangan kontrol penuh dalam menentukan kebijakan. Sebagai seorang investor, Venture Capitalist pasti akan memberikan input atau masukan kepada perusahaan dalam menentukan strategi bisnis dan menentukan kebijakan. Dengan kata lain, intervensi dari investor adalah hal yang tidak dapat dihindari dari model bisnis yang mengandalkan bantuan modal dari pihak luar.

  • Risiko kegagalan

Model bisnis yang menerapkan strategi Venture Capital biasanya memiliki risiko tinggi bagi para investor. Meskipun perusahaan dianggap memiliki prospek cerah, namun risiko kegagalan juga akan tetap mengiringi. Menurut majalah Fortune, persentase kegagalan sebuah startup biasanya 90% dan memiliki beragam latar belakang yang menyebabkan kegagalan tersebut.

Itulah penjelasan mengenai perbedaan antara Bootstrapping dengan Venture Capital. Masing-masing dari strategi modal awal tersebut memiliki karakter yang berbeda-beda. Oleh karena itu, memahami kelebihan dan kekurangan dari strategi tersebut akan membantu Anda untuk mengelola bisnis yang sesuai dengan keinginan Anda. 

Selain itu, untuk mengembangkan usaha, mengelola keuangan dengan baik juga semestinya menjadi perhatian Anda. Selain itu, laporan keuangan yang disusun dengan rapi juga akan meningkatkan kepercayaan investor terhadap perusahaan anda. Jurnal adalah aplikasi akuntansi online, yang dapat memberikan kemudahan dalam mengelola keuangan bisnis Anda. Jurnal juga bisa membantu Anda dalam pembuatan laporan keuangan perusahaan secara instan dan realtime. Info lebih lanjut mengenai Jurnal dan fiturnya dapat Anda lihat di sini.

 

(Artikel ini ditulis Adif dan telah dipublikasi Jurnal.id pada 16 Desember 2019 melalui https://www.jurnal.id/id/blog/perbedaan-bootstrapping-dan-venture-capital/)