• Facebook
  • Linkedin
  • Google
Maya
by on September 14, 2021
17 views

Estubizi x Jurnal

Bagi pelaku UKM sering kesulitan bagaimana membuat laporan keuangan dan pencatatan keuangan sederhana. Berikut cara membuat laporan keuangan sederhana untuk UMKM dan UKM akan diulas oleh blog Jurnal by Mekari!

Memiliki laporan keuangan yang baik, bukan hanya monopoli bisnis besar dengan sistem keuangan yang lebih kompleks, tetapi juga sangat dibutuhkan oleh semua level bisnis, bahkan UKM atau UMKM.

Membuat laporan keuangan UKM diharapkan agar UKM dapat mengoperasikan bisnisnya dengan baik sehingga keuntungan dan kerugian dapat dianalisis.

Selain itu jika memiliki laporan keuangan yang baik,  maka akan memudahkan penilaian pihak lain maupun internal perusahaan atas kinerja bisnisnya.

Lain halnya jika pelaku UKM masih berskala kecil dan menengah, tentunya laporan keuangan bisa dicoba dalam bentuk sederhana saja.

Nah, ingin tahu apa saja pencatatan keuangan laporan sederhana yang harus dimiliki UKM dan bagaimana cara membuatnya?

Pelajari juga bagaimana aplikasi akuntansi UKM dari Jurnal By Mekari yang lengkap dan efisien bisa membantu usaha Anda.

Bagaimana caranya? Simak ulasan lengkapnya disini.

1. Mengumpulkan dan Mencatat Transaksi pada Jurnal

Bukti transaksi adalah data yang sangat penting dalam Akuntansi dan tidak boleh hilang.

Jadi bukti transaksi merupakan dasar pencatatan dalam membuat pencatatan laporan keuangan sederhana yang berupa nota, kuitansi, faktur atau  jenis bukti lainnya. Pencatatan transaksi ini sebenarnya dapat diselesaikan dengan cepat dan efisien jika menggunakan aplikasi pembukuan yang otomatis.

Lalu langkah pertama dalam membuat laporan keuangan adalah mencatat transaksi yang dilakukan oleh perusahaan dalam jurnal dengan rinci.

2. Mengumpulkan Data yang Diperlukan untuk Membuat Jurnal Penyesuaian

Beberapa transaksi mungkin ada yang belum tercatat atau transaksi terjadi di akhir saat tahap pembuatan laporan keuangan dan masih ada yang tidak sesuai dengan keadaan di akhir periode sehingga data tersebut  perlu dikumpulkan untuk membuat jurnal penyesuaian.

3. Membuat Laporan Keuangan

Informasi yang disajikan di dalam pencatatan laporan keuangan sangatlah penting karena mencerminkan kinerja perusahaan serta dapat digunakan untuk mengambil keputusan.

Untuk itu laporan yang sudah disusun tinggal di tulis dengan rapi sesuai ketentuan atau standar laporan keuangan.

Contoh Laporan Keuangan Sederhana yang Harus Dimiliki UKM

Berikut ini adalah beberapa macam pecatatan laporan keuangan sederhana yang harus dimiliki oleh UKM atau UMKM.

 

a. Buku Arus Kas

Arus kas berfungsi untuk mencatat keluar-masuknya uang secara rill dalam suatu periode.

Tujuan dibuatnya laporan arus kas ini untuk memberikan gambaran kegiatan manajemen dalam operasi, investasi, dan pendanaan.

b. Buku Persediaan Barang

Buku persediaan barang memiliki dua metode yaitu metode fisik, mengharuskan perhitungan barang yang masih ada pada tanggal penyusunan laporan keuangan.

Lalu satu lagi adalah metode perspetual (buku) di mana setiap jenis persediaan dibuatkan rekening sendiri-sendiri yang menjadi buku pembantu persediaan.

c. Buku Pembelian

Pecatatan laporan keuangan untuk pembelian meski sederhana akan dibutuhkan oleh UKM atau UMKM.

Dalam buku ini, Anda hanya perlu mencatat transaksi pembelian yang tidak dibayar dengan tunai.

Pembukuan ini diisi secara teratur menurut tertib waktu faktur-faktur pembelian.

d. Buku Penjualan

Di dalam buku ini, Anda hanya perlu mencatat penjualan barang yang telah dilakukan dalam periode waktu tertentu.

Lalu laporan ini akan disertakan pada salinan faktur-faktur yang sudah dibuat.

Hal ini bertujuan untuk mencocokkan harga beserta potong yang diberikan pada masing-masing produk.

e. Buku Biaya

Buku ini untuk mencatat biaya yang dikeluarkan selama proses produksi dan pemasaran, atau biasa disebut biaya over head saat produksi.

Contohnya pencatatan keuangan sederhana buku biaya misalnya untuk membayar karyawan, biaya listrik, telepon, sewa tempat usaha, dan lainnya.

f. Buku Utang

Pembukuan ini berisi laporan utang perusahaan yang harus dibayar pada periode tertentu kepada seseorang, lembaga, atau perusahaan lain.

Pembukuan utang ini sangat diperlukan untuk mengetahui berapa nominal yang belum dibayarkan perusahaan kepada kliennya.

g. Buku Piutang

Buku ini berisi semua data piutang yang belum tertagih.

Jadi Anda dapat memonitor sejak kapan piutang tersebut tak tertagih.

Lalu Anda tinggal membuat jadwal penagihan untuk mempercepat periode penarikan piutang.

 

(Artikel ini ditulis Rijal Fahmi Mohamadi dan selengkapnya telah dipublikasi Jurnal.id pada 19 April 2021 melalui https://www.jurnal.id/id/blog/cara-mudah-membuat-laporan-keuangan-sederhana-bagi-ukm/)