• Facebook
  • Linkedin
  • Google
Maya
by on September 6, 2021
51 views

Estubizi x Katadata

Co-Founder East Ventures Willson Cuaca status unicorn bukan hal utama, melainkan nilai tambah.

Selama ini, kinerja startup diukur dari valuasinya. Tetapi, Co-Founder sekaligus Managing Partner East Ventures Willson Cuaca mengungkap resep yang bisa meningkatkan kinerja bisnis perusahaan rintisan, yaitu memperluas penetrasi digital.

Ia mencontohkan, nilai transaksi (gross merchandise value/GMV) Tokopedia diprediksi tembus Rp 222 triliun pada 2019. Nilai itu setara 1,5% Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

Salah satu unicorn Tanah Air itu pun menargetkan kontribusinya terhadap PDB mencapai 2% pada tahun ini.

Padahal, berdasarkan data East Ventures Digital Competitive Index (EV-DCI) 2020, ada beberapa daerah yang belum mengadopsi layanan digital. “Penetrasinya ke banyak kota masih ada gap. Artinya, Tokopedia bisa lebih besar lagi (bisnisnya),” kata Wilson dalam acara Indonesia Data and Economic Conference (IDE Katadata 2020) yang diselenggarakan oleh Katadata.co.id di Grand Ballroom Kempinski, Jakarta, Kamis (30/1). 

Karena itu, Tokopedia merambah beberapa bisnis untuk membangun ekosistem digital, salah satunya logistik. Pada pertengahan tahun lalu, perusahaan e-commerce itu telah menggaet 11 penyedia layanan logistik di Tanah Air.

Tokopedia pun sudah mengembangkan fitur TokoCabang. Lewat fasilitas itu, penjual di Tokopedia bisa memanfaatkan jaringan gudang pintar untuk mengirim barang di hari yang sama ke kota lain. Disebut gudang pintar, karena e-commerce ini mengadopsi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Kemudian Bali yang menempati posisi enam dengan skor EV-DCI 40,6. Yang paling tinggi yakni dari sisi infrastrukturnya. Sekitar 97,2% wilayah di provinsi ini sudah tersedia jaringan internet generasi ketiga (3G). 

Menurut Willson, Bali merupakan wilayah potensial untuk mengadopsi layanan digital. Data-data terkait potensi suatu daerah dilihat dari sisi infrastruktur, PDB, jumlah penduduk, dan lainnya bisa menjadi petunjuk bagi startup mengembangkan bisnis.

Berdasarkan data East Ventures Digital Competitive Index (EV-DCI) 2020, median skor di kisaran 20. “Artinya, masih ada daerah yang tertinggal (mengadopsi layanan digital),” kata Willson. Daerah-daerah yang belum terjamah layanan digital itu, kata dia, semestinya digarap oleh startup skala besar. Apalagi Indonesia sudah memiliki decacorn yaitu Gojek dan empat unicorn yakni Tokopedia, Traveloka, Bukalapak, dan OVO. 

Menurut dia, Indonesia merupakan pasar yang potensial dengan jumlah pengguna internetnya mencapai 171 juta. Dalam satu dekade terakhir, startup-startup Tanah Air berfokus membangun ekosistem.

Dalam 10 tahun ke depan, menurut dia, perusahaan rintisan semestinya berfokus meningkatkan pemerataan adopsi layanan digital. “Penting tidak sih menjadi unicorn? Sangat tidak penting. Yang penting menciptakan nilai tambah. Problem apa yang perlu dicarikan solusinya,” kata dia.

 

(Artikel ini ditulis Desy Setyowati dan telah dipublikasi Katadata.co.id pada 30 Januari 2020 melalui  https://katadata.co.id/desysetyowati/digital/5e9a498e837b5/bos-east-ventures-ungkap-resep-meningkatkan-bisnis-startup

Like (2)
Loading...
2