• Facebook
  • Linkedin
  • Google
Maya
by on July 23, 2019
30 views

Estubizi X DailySocial.id

Di dunia startup, entrepreneur bersaing untuk bisa mendapatkan pendanaan dari Venture Capital (VC). Tentu saja tidak semua startup yang berhasil memperoleh pendanaan dari VC. Co-Founder dan CEO Pancake Laboratories Jim Belosic punya alternatif saran bagi startup yang tidak kebagian potongan kue dari VC. Menurutnya bootstrap justru lebih baik daripada mengandalkan pendanaan.


1. VC dapat mengalihkan fokus dari ide awal

Ketika mendirikan startup, pendiri memiliki ide yang mereka percaya adalah solusi terbaik sebuah masalah. Untuk mulai membangun usahanya, mencari investasi daripada mengeluarkan dana sendiri tampaknya adalah cara termudah. Memiliki dana segar artinya Anda tak perlu pusing untuk membayar tagihan, gaji, asuransi kesehatan, hardware, dan kebutuhan lainnya. Namun perlu diingat adalah bahwa setelah menerima dana Anda terikat kepada investor. Anda juga harus memerhatikan keinginan mereka. Anda harus berkompromi, jangan heran bila Anda tidak lagi membangun sesuatu yang ada di kepala Anda.


2.  Investasi dapat mengganggu tujuan Anda

Setelah Anda menerima modal, Anda akan mulai khawatir tentang hal-hal yang tidak berhubungan dengan produk atau ide. Anda tiba-tiba sibuk memikirkan hal lainnya selain produk Anda, seperti interior dan desain ruangan kantor, membeli furnitur, mengatur jamuan makan siang, rapat dewan direksi. Anda tidak bisa bergerak secepat dahulu. Cara Anda menjalankan bisnis pun akan sangat berbeda bila uang yang dikeluarkan berdasarkan dari kantung sendiri. Bootstrap akan membuat Andafokus pada hal yang paling penting: Produk Anda.


3. VC dapat memberikan Anda kesempatan untuk memperbanyak staf  lebih dari yang diperlukan

Ketika memulai usaha pertama kali, tim biasanya dimulai dengan jumlah sangat kecil, katakanlah dua hingga lima orang. Kemudian Anda memiliki masukan dana besar, sangat mungkin Anda mampu mempekerjakan 50 orang. Ujung-ujungnya Anda akan dihadapkan kepada masalah SDM, dan mencoba untuk mengelola orang-orang yang sudah Anda pekerjakan. Lain ceritanya bila Anda menunggu untuk mempekerjakan orang sampai Anda benar-benar merasa perlu. Nilai tambah hal ini adalah Anda dapat memilih dan menemukan orang-orang yang pas untuk budaya startup Anda. Contoh nyata adalah 37 Signal dan MailChimp. Mereka memiliki staf yang benar-benar kecil. MailChimp memiliki hanya tiga karyawan selama tujuh tahun, meskipun mereka memiliki puluhan ribu pelanggan. Jika Anda menjalankan operasi ramping, Anda dapat fokus dan cepat tanggap pada isu-isu yang muncul.


4.  Terbebas dari gangguan jangka panjang

Jika Anda tidak terikat kepada investor, Anda akan menghabiskan hari-hari Anda pada pengembangan produksi dan produksi. Lain halnya bila Anda bekerja di bawah pengawasan investor. Anda akan sibuk melakukan due diligence atau mendengarkan anggota dewan yang memberitahu Anda untuk fokus kepada perusahaan. Hal ini dapat menghisap waktu dan energi. Selain itu, jangan heran akan ada banyak penundaan untuk setiap keputusan. Bayangkan memutuskan tempat makan bersama dua orang dibandingkan sepuluh orang. Keputusan justru jauh lebih mudah diambil oleh dua orang, sedangkan dengan sepuluh orang pasti akan lebih lama.


5. Setelah terikat dengan VC, pada dasarnya Anda sudah terjual

Investor tidak selalu atau semuanya bersedia menanamkan uang untuk memberikan startup Anda “kesempatan” berkembang. Bisa saja mereka melakukannya karena mereka ingin uang tersebut kembali sepuluh kali lipat atau bahkan lebih. Kadang-kadang itu berarti mereka akan melakukan segala daya untuk membuat startup yang diinvestasi dalam kondisi yang menarik untuk diakuisisi. Perhatian utama mereka adalah untuk membuat produk Anda terlihat mengkilap. Jelas ini bukan hal terbaik bagi Anda, karyawan Anda, brand Anda, atau pengguna Anda.

Ya, ada situasi startup harus menggalang pendanaan untuk menjalankan atau mengembangkan usahanya, terutama karena mereka memiliki produk tanpa model pendapatan. Masalahnya, di banyak kesempatan founder mendapatkan uang yang sama atau bahkan lebih sedikit dari akuisisi dibandingkan dari yang mereka bisa hasilkan dari penjualan. Anda yang paham dengan model kalkulasi “option pool shuffle” pasti akan tahu maksudnya.

 

(Artikel ini ditulis Hesti Pratiwi dan telah dipublikasi DailySocial.id pada 21 Januari 2015 melalui https://dailysocial.id/post/lima-alasan-untuk-tidak-menerima-uang-dari-venture-capital)

Posted in: Pendanaan