• Facebook
  • Linkedin
  • Google
Maya
by on July 23, 2019
21 views

Estubizi X DailySocial.id

Banyak pengusaha pemula yang buta sama sekali tentang menjalankan bisnis, hanya mengerti membuat produk. Mereka sangat haus bimbingan, apalagi bila pengusaha pemula tersebut tidak memiliki kenalan atau lingkaran pertemanan yang dapat membantunya. Banyak masalah yang terjadi ketika seseorang memilih mentor, karena orang tersebut tidak memiliki kompentensi cukup untuk memberi bimbingannya.

Cerita di atas bukan hal baru terdengar di kalangan industri digital. Guy Kawasaki dalam blog-nya memberikan parameter terukur bagi pengusaha pemula dalam memilih mentor. Ia menyarankan untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan berikut, kepada calon mentor, coach, konsultan, board member, sebelum Anda memutuskan untuk bekerja sama dengan mereka. Menurut Kawasaki, hal ini cukup untuk memberi gambaran antara mentor yang baik atau bukan.


Apakah saham perusahaan dibagi sama rata antara pendiri?

Jawaban yang Anda cari: “Tidak. Anda harus mengalokasikan 25 persen untuk karyawan masa depan, 35 persen untuk dua putaran pertama investasi. Sisanya 40 persen untuk dibagi di antara pendiri.”


Apakah sebaiknya menawarkan common stock atau preferred stock kepada investor?

Jawaban yang Anda cari: “Preferred stock”


Apakah sebaiknya semua karyawan, termasuk pendiri, melalui proses vesting?

Jawaban yang Anda cari: “Ya. Setiap orang harus melalui proses vest, atau perjanjian yang jelas tentang pembayaran berbasis saham atau aset lain. Hal ini dimaksudkan agar tidak ada pendiri yang ‘cabut’ begitu saja dengan persentase yang signifikan dari perusahaan setelah baru beberapa bulan.”


Haruskah konsultan diberikan bagian saham?

Jawaban yang Anda cari: “Tidak. Opsi saham hanya bagi karyawan dalam jangka panjang, tidak konsultan jangka pendek. ”


Bisakah kami mendapatkan pinjaman bank untuk memulai bisnis?

Jawaban yang Anda cari: Asumsi ini adalah bisnis teknologi, jawabannya harus “Tidak”. Bisnis teknologi tidak memiliki liquid assets untuk dijadikan jaminan.


Haruskah menggunakan jasa bankir atau broker untuk mencari modal awal?

Jawaban yang Anda cari: “Tidak. Angel investor dan VC yang melihat pengusaha tahap awal memanfaatkan jasa bankir atau broker akan menganggap pendirinya tidak paham menjalani bisnis ini.”

 

Apa yang dibutuhkan untuk membuat proyeksi pendapatan dalam lima tahun ke depan untuk menarik investor?

Jawaban yang Anda cari: “Tidak ada. Investor akan percaya dengan proyeksi Anda, tetapi proyeksi yang dibuat sebaiknya harus mendekati perusahaan yang sukses atau yang telah go public. Pun, Anda tidak ingin uang dari investor yang percaya proyeksi Anda, tetapi mereka tidak paham seluk-beluk bisnis teknologi.”


Sebaiknya rencana bisnis dibuat untuk berapa tahun?

Jawaban yang Anda cari: “Anda tidak harus menyusun rencana bisnis. Anda harus mendapatkan pelanggan terlebih dahulu.”


Apakah ada orang lain yang bisa Anda rekomendasikan untuk menjadi konsultan kami?

Jawaban yang Anda cari: “Tentu, keahlian saya sangat spesifik (atau terbatas kepada bidang tertentu). Nanti saya berikan daftar orang-orang yang bisa Anda ajak berdiskusi atau bekerjasama.” Jawaban yang harus diwaspadai: “Tidak. Anda tidak perlu orang lain, Saya mengerti semuanya.”


Menurut Anda, apakah kami butuh untuk memperkerjakan seorang CEO?

Jawaban yang Anda cari: “Mungkin suatu hari nanti. Tetapi mungkin tidak sekarang. Saat ini yang Anda benar-benar butuhkan adalah produk yang hebat.”


Haruskah kita menggunakan headhunter untuk merekrut orang-orang?

Jawaban yang Anda cari: “Tidak, pada tahap ini. Anda tidak punya uang dan tidak mampu menghabiskan uang yang Anda punya saat ini hanya untuk sebuah proses perekrutan.”

Informasi apa yang harus kami berikan ketika investor meminta valuasi perusahaan?

Jawaban yang Anda cari: “Temui tiga atau empat investor yang berpikir valuasi Anda masuk akal, kemudian usahakan untuk mendapatkan lebih banyak pasar traksi.” Jawaban salah: “Pasang harga tinggi, dan turunkan saat negosiasi.” atau jawaban sebaliknya “Tentukan valuasi rendah, dan coba naikan saat penawaran.”

Kawasaki berharap untuk menghindari orang-orang yang ingin menjadi mentor Anda tetapi tidak bisa menjawab sebagian besar pertanyaan di atas. Mereka tidak memiliki pengetahuan yang cukup untuk membimbing Anda.


(Artikel ini ditulis Hesti Pratiwi dan telah dipublikasi DailySocial.id pada 6 Mei 2015 melalui https://dailysocial.id/post/tips-memilih-mentor-startup-bagi-pengusaha-pemula-dari-guy-kawasaki/)

Posted in: Kiat Bisnis