• Facebook
  • Linkedin
  • Google
Maya
by on July 22, 2019
137 views

Estubizi X DailySocial.id

Pendanaan awal menjadi bagian penting bagi pertumbuhan sebuah startup. Untuk kelancaran terkucurnya pendanaan awal, attitude menjadi bagian yang penting. Seperti yang disampaikan CEO Early Growth Financial Services David Ehrenberg, menurutnya terdapat beberapa hal yang harus dihindari sebuah startup ketika mengupayakan pendanaan awal.


Jangan berlebihan dalam mengajukan pendanaan

Siapa sih yang tidak tergoda dengan penggelontoran uang yang sangat banyak? Ini kadang menjadi tantangan berat bagi sebuah pimpinan startup. Meskipun secara kasat mata mendapatkan pendanaan melebihi dari apa yang dibutuhkan terlihat tak ada masalah, namun menurut David hal ini sebenarnya kurang tepat.

    “Ada indikator keberhasilan sebuah startup dalam kaitannya dengan permodalan ialah tentang apa yang bisa dilakukan startup dengan uang tersebut, bukan berapa banyak uang yang didapat oleh startup,” ujarnya.

Jumlah pendanaan sangatlah relatif, ini akan sangat bergantung pada spesifikasi bisnis, meliputi jenis bisnis, cakupan bisnis hingga milestone yang digariskan dalam jangka waktu tertentu. Bahkan di beberapa keadaan, startup akan lebih berdiri kokoh dengan modal yang pas-pasan, karena proses scaling akan lebih terjaga. Dengan pendanaan yang terlalu besar, terkadang startup harus membuat keputusan saat kapabilitasnya belum siap.

Porsi yang tepat akan membawa startup lebih efisien dan lebih memahami tentang apa yang benar-benar dibutuhkan untuk dipersiapkan dalam proses pencapaian atau pendanaan selanjutnya.


Jangan mengejar investor yang tidak sesuai bidangnya

Jika dipaksakan keadaan ini akan berpotensi membawa startup kelabakan. Investor yang tidak memiliki latar belakang di bidang yang digarap cenderung akan memberikan target yang kurang realistis terhadap kondisi yang ada, baik di pasar ataupun sesuai dengan kapabilitas startup. Kemudian investor sebenarnya juga tidak hanya menawarkan pendanaan, namun mereka juga membawa dukungan (terkadang teknis dan non-teknis) hingga membawa koneksi dengan rekanan bisnis lainnya. Jika bidang sesuai, pastinya dukungan tersebut akan lebih maksimal mengalir kepada startup.

Startup dan investor dapat menjadi bijaksana dengan saling mengisi untuk kemajuan bisnis. Pada dasarnya keduanya memiliki cita-cita dan pencapaian yang sama, yaitu membangun sinergi. Dengan adanya kesamaan bidang atau ketertarikan, idealnya sinergi tersebut akan lebih mudah terbangun.


Sebisa mungkin jangan menarik investor yang telah berinvestasi di startup lain dengan bidang yang sama

Poin ini menjadi sedikit kontradiksi dengan yang ada sebelumnya. Keadaan ini berisiko menimbulkan konflik kepentingan dalam mengakselerasi pertumbuhan bisnis startup. Namun kini kebanyakan investor juga sudah sangat memperhitungkan hal ini, untuk tidak berinvestasi di bisnis dengan produk dan pangsa pasar yang sama.
Jangan gagal melontarkan pembicaraan yang pada saat duduk bersama investor

Setelah merasa mendapatkan calon investor yang pas, penting bagi pemimpin startup untuk tahu lebih banyak tentang investor tersebut, mempelajari investasi yang telah digelontorkan, mengetahui siapa saja yang terlibat di dalamnya, dan lain sebagainya. Saat pertemuan akan menjadi kesempatan yang lebih baik bagi startup untuk menggali lebih dalam tentang investor tersebut secara pribadi.
Jangan anggap pertemuan dengan investor bukanlah tanpa penilaian

Mungkin iya, saat pertemuan dengan investor suasana yang ada sangatlah santai, berada di sebuah cafe atau restoran yang cukup nyaman untuk bercengkerama akrab. Jangan salah, dalam setiap obrolan biasanya akan muncul pertanyaan-pertanyaan yang membutuhkan keseriusan dan kejelasan tentang visi bisnis startup tersebut. Pastikan dalam poin ini pimpinan startup mampu menunjukkan bahwa startup yang ia gawangi siap dan sudah mempersiapkan semuanya.

(Artikel ini ditulis Randi Eka dan telah dipublikasi DailySocial.id pada 18 Agustus 2015 melalui https://dailysocial.id/post/hindari-lima-hal-saat-pendanaan-awal)