• Facebook
  • Linkedin
  • Google
Maya
by on July 22, 2019
51 views

Estubizi X DailySocial.id

Daria Shualy dari Dapulse pernah mengalami masa sulit saat tak dapat mengelola hubungan dengan investor ketika membangun startup miliknya untuk pertama kali. Meskipun banyak hal yang bisa dipetik dari kegagalan tersebut, namun Daria juga termasuk orang yang percaya bahwa ada lebih banyak hal lagi yang bisa diambil dari sebuah kesuksesan. Di Dapulse, perusahaan tempatnya bekerja saat ini, Daria dapat memetik lima pelajaran dari kesuksesan pengelolan hubungan investor-startup.

Pengalaman adalah guru yang terbaik. Banyak orang yang mengatakan bahwa Anda dapat memetik sesuatu dari kegagalan yang pernah dialami, namun tak sedikit pula yang percaya bahwa Anda dapat belajar lebih banyak dari kesuksesan.

Daria sudah merasakan keduanya, baik itu kegagalan saat mengelola hubungan dengan investor ketika membangun startup miliknya pertama kali, atau keberhasilan yang dilihatnya di perusahaan tempat ia bekerja saat ini terkait dengan hubungan investor-startup.

Daria mengatakan:

    “Orang mengatakan Anda dapat belajar banyak dari kegagalan. Ini adalah pengalaman saya bahwa Anda (dapat) belajar lebih banyak dari kesuksesan.”

“Kegagalan dapat dikaitkan dengan banyak hal. Ketika Anda melakukan sesuatu yang benar dan melihat hasilnya, akan lebih mudah untuk menentukan apa yang Anda lakukan dengan benar dan berbagi. Inilah yang saya pelajari dari keberhasilan pengelolaan hubungan dengan investor kami di Dapulse,” tambahnya.

Berikut ini adalah lima hal yang harus dilakukan saat ingin mengelola hubungan yang baik dengan investor menurut Daria.


1. Ingat, Anda tahu yang terbaik

Perlu diingat bahwa Anda tahu perusahaan Anda jauh lebih baik dari investor. Bukan karena Anda pintar tetapi karena tiap harinya Anda menghabiskan waktu di sini. Oleh karena itu, meskipun Anda harus mendengarkan apa yang dikatakan investor dan memikirkannya, keputusan tetaplah harus selalu berada di tangan Anda.

Daria mengatakan, “Di Dapulse kami memiliki beberapa investor karismatik. Kami sering mengambil nasihat mereka, terkadang juga tidak. Kami tetap fokus pada roadmap kami, seperti seharusnya yang kami lakukan.”


2. Datang dengan percaya diri

Sekali lagi ingatlah bahwa investor datang kepada Anda karena diri Anda sendiri. Oleh sebab itu biarkan mereka tahu bahwa mereka telah menempatkan uangnya pada orang yang tepat. Cara terbaik untuk melakukan ini, menurut Daria, adalah kepercayaan diri harus didukung dengan data yang nyata.

“Dukung kepercayaan dirimu dengan data yang nyata. Tahu apa yang Anda bicarakan dan pastikan itu disampaikan dengan meyakinkan, bukan dengan kearoganan,” ujarnya.


3. Cari orang yang dapat Anda percaya

Tiap pendiri dan CEO pasti akan memiliki masa-masa sulit dalam berpikir dan membuat keputusan. Anda harus mengesampingkan investor di masa-masa ini karena jika ada keterlibatan, ada kemungkinan juga Anda akan over sharing dengan Investor Anda. Oleh sebab itu, Anda perlu mencari orang lain yang cukup bijaksana dan bisa dipercaya untuk berbagi dan mengeluarkan yang terbaik dari Anda.

Daria mengatakan, “Mereka (orang yang Anda pilih) bukan untuk membantu mengambil keputusan, tetapi untuk membantu Anda untuk melihat lebih jelas, berpikir keras, dan (dapat) mengambil kesimpulan sendiri.”


4. Membingkai pembicaraan

Ada baiknya ketika Anda berbicara dengan investor, Anda telah membingkai pembicaraan dari awal hingga akhir dan hal tersebut dapat dilakukan ketika rapat dewan. Untuk membingkai pembicaraan, cobalah persiapkan dek yang berisi KPI (Key Performance Index) dan data relevan perusahaan lainnya. Nantinya data yang Anda bawa tersebut akan dapat digunakan untuk melacak perkembangan perusahaan dan juga untuk fokus pada pembicaraan apa yang penting di saat itu.

Pada intinya, jika Anda telah memastikan diskusi Anda dengan investor telah terbingkai, itu akan membuat pembicaraan menjadi jauh lebih produktif menurut Daria.


5. Komunikasi push and pull (transparansi data)

Poin kelima erat kaitannya dengan tempat Daria bekerja saat ini, yaitu Dapulse. Menurut Daria, di Dapulse mereka menggunakan alat manajemen mereka sendiri, yaitu perangkat lunak Dapulse. Sejatinya, Dapulse adalah platform yang memudahkan startup untuk dapat berkomunikasi dengan investornya.

Dengan menggunakan alat manajemen tersebut, para investor di Dapulse diberikan kekuasaan untuk mengambil keputusan sendiri terkait dengan data perusahaan, baik itu pada level tinggi maupun rendah. Lebih jauh, mereka juga diberikan kesempatan untuk menyelam lebih dalam dengan meninggalkan umpan balik untuk pembaruan data perusahaan tersebut.

Daria mengatakan, “Dengan cara ini, itu mendorong (push) – karena kita menghasilkan data dan meletakkannya live bagi mereka untuk dilihat – dan menarik (pull), karena mereka dapat check-in di setiap data sesuai dengan frekuensi yang mereka ingin. Kuncinya di sini adalah transparansi. Kami berbicara tentang bisnis kami dan investor dapat memeriksa kapanpun mereka mau dan melihat kemajuan bisnis dan data kami.”


(Artikel ini ditulis Adjie Priambada dan telah dipublikasi DailySocial.id pada 11 Juni 2015 melalui https://dailysocial.id/post/lima-hal-hubungan-baik-investor)

Be the first person to like this.