• Facebook
  • Linkedin
  • Google
Iefa Jathmika
by on July 17, 2019
88 views

Gillaa yaa… sepertinya semua orang sukses selalu diberi kesempatan untuk (*baca : dikasih ujian) bangkrut atau mengalami kejatuhan hidup atau bisnis yang sejatuh – jatuhnya dan diberi kesempatan lulus dari  ujian itu untuk berbagi ke orang lain supaya yang lain tidak perlu jatuh ke jurang yang sama dengan mengulangi kesalahan yang sama, mempercepat proses mendapatkan makna sukses yang diharapakan.

Pernyataan pada paragraf di atas disetujui oleh beberapa orang-orang sukses dan inspiratif yang saya ikuti sharingnya dari youtube, Instagram story atau social media lain, dimana saat ini biografi orang sukses bisa kita dapatkan secara mudah dari beberapa social media channel selain dari buku.

Mengikuti kisah bagaimana menapaki sukses dari pengalaman mereka tidak hanya membuat yang menonton terinspirasi dan termotivasi, namun juga sedikit banyak bisa menambah ilmu dan kekuatan jiwa (spiritual) untuk menghadapi dan mengarungi lika – liku menjadi pengusaha dengan tips dan metode berjuang yang unik dari setiap pengalaman yang tentunya bisa kita coba dan tiru.

Biasanya yang kita lihat adalah liputan ketika seseorang sudah dinilai banyak orang sebagai orang sukses, punya harta atau kedudukan yang tinggi dimata manusia, memperlihatkan kehidupan kesehariannya yang bisa dibilang wah dan glamour sehingga memancing pertanyaan seperti ini : “Bagaimana si caranya bisa sukses sampai di titik ini?”

Pertanyaan tersebut dinilai salah menurut Christina Lie dan Rico Huang, karena menurut mereka perjalanan usaha mereka yang berliku itu tidak akan bisa selesai diceritakan dalam satu sesi pelatihan atau sharing session di youtube, dan pengalaman – pengalaman kegagalan tersebut memang harus dilalui setiap pengusaha, harus mulai dari hal kecil dengan modal keimanan yang kuat dan passion yang membuat pengusaha bergerak dan berkembang bukan atas alasan ingin punya free time dan penghasilan yang berlebih.

Harusnya pertanyaan nya adalah :

“Bagaimana cara orang – orang sukses ini melewati dan bisa bangkit lagi dan lagi dari beberapa kali kerugian atau kebangkrutan ?”

“Apa sikap dan perilaku terbaik yang bisa ditiru dari orang-orang sukses ini dalam menjalani jatuh bangun usaha?”

“Hal – hal apa yang membuat mereka bisa yakin dan bertahan dan mempunyai mental yang semakin kuat untuk menghadapi segala perubahan dan masalah yang ada?”

Yang selanjutnya, masukan – masukan yang inspiratif dan sangat memotivasi tersebut juga seharusnya menjadi penguat langkah dan mental. “Seperti naik sepeda atau ngegym untuk membentuk otot, kita harus selalu melatihnya supaya kekuatannya bertambah dan semakin lihai menjalaninya”, kata Rico Huang lagi.

Dari menonton kisah – kisah sukses ini kita juga akan semakin yakin, bahwa latar belakang orang tua yang kaya, pendidikan yang lebih tinggi, ijazah luar negeri, pengalaman kerja di perusahaan besar yang banyak, jabatan tertinggi yang pernah didapat,  dan faktor material lainnya bukanlah merupakan faktor utama dan fundamental dalam menjadikan seseorang sukses.

 

Lalu? Apa faktor yang sangat mempengaruhi dan sangat perlu dikuasai untuk modal seseorang menjadi pengusaha?

Apakah Leadership?

Leadership merupakan soft skill yang harus selalu di kembangkan dan ditingkatkan kualitasnya untuk pengusaha, self-employee maupun kepala rumah tangga di keluarga (rumah). Sehingga, faktor ini sudah tidak menjadi hal yang diharapkan ada pada seorang pengusaha saja, namun harus dikuasai oleh semua individu walaupun tidak terlalu tampak kualitasnya dengan kasat mata, namun ketika seseorang bisa mengendalikan diri, self-management dan self-awareness nya teruji, biasanya ketika menghadapi masalah dengan orang lain atau tim yang dikelolanya, maka  bisa jadi seseorang itu dikatakan mempunyai leadership yang baik.

Dari mempelajari pengalaman-pengalaman orang-orang sukses yang ada di channel Christina Lie, Rico Huang dan Gary Vaynerchuk beberapa hal ini adalah faktor yang mempengaruhi seseorang bisa menjadi pribadi yang sukses dan mengelola beberapa bisnis yang ternyata sangat berbeda dengan apa yang biasa kita asumsikan dari teori kesuksesan secara kasat mata seperti : Cenderung menghambur-hamburkan uang, selalu memilih produk atau membeli barang karena gengsi dan sebagainya, namun yang sesungguhnya adalah tiga hal ini yang paling mempengaruhi :

1.      Literasi keuangan yang baik, karena pemahaman konsep rejeki yang baik, termasuk memilih untuk berbagi karena sadar bahwa kita tidak bisa melakukan segala hal sendirian.

2.      Jujur karena beriman.

3.      Pekerja keras, tidak bisa mengeluh, selalu berani menghadapi masalah bisnis yang ada.

Dan semua itu bisa tercapai karena konsep Ketuhanan, mengenal Sang Pencipta dan mengimaninya dengan baik, sehingga apapun yang dijalankan baik bekerja, bersosialisasi dan berbisnis diniatkan hanya untuk ibadah.

Bersyukur kita bisa mempelajari dan mengenal orang-orang sukses ini dengan lebih mudah, juga banyak orang-orang sukses lainnya yang tentunya pengalaman dan kepribadiannya bisa kita contoh, untuk menguatkan dan memudahkan perjalanan sukses yang ingin kita raih. Bukankah Success is not a destination? But Success it a Journey.