• Facebook
  • Linkedin
  • Google
Iefa Jathmika
by on July 17, 2019
66 views

Usia produktif pekerja saat ini ada pada generasi Milenial atau yang biasa disebut Gen Y yang lahir Antara tahun 1980 – awal sampai tahun 2000 awal.

Generasi ini bisa dikatakan sangat berbeda dengan generasi sebelumnya, karena pada generasi ini sudah banyak pilihan baik dari sumber informasi, cara belajar dan bekerja, cara menghasilkan uang dan lain sebagainya yang menghasilkan profesi – profesi baru dalam aktifitas perekonomian makro maupun mikro.

Pengambil keputusan, pengantaran informasi dan koordinasi dilakukan lebih cepat dan tercatat dengan adanya teknologi internet, video, dan email (paper less). Semua ini mengubah budaya dan pola didik belajar dan bekerja. Saat ini sumber daya manusia lebih dihargai sebagai intangible asset, bagian dari faktor produksi  dari perusahaan selain brand, intelektual property, trademark, dan termasuk dalam neraca modal produksi perusahaan atau disebut resources menggeser arti “Modal adalah Uang”.

Milenial yang lahir pada awal tahun 1980 an sudah mulai menduduki posisi middle up management sehingga pola didik leadership menjadi lebih terasa kuat harus dimiliki setiap manager dan leader disemua sector. Bila dahulu leader diseleksi dari lama bekerja dan usia atau tingkat pendidikan, saat ini seleksi leader atau atasan lebih terbuka dari sisi kemampuan mengelola diri dan orang lain dalam sebuah proyek atau perusahaan.

Baik pengusaha maupun self employee, istilah yang mulai dikenal kira – kira tahun 2000 - an dan berkembang menjadi bagian dari professional dan mulai diakui dalam salah satu kategori Cash Flow Quadran – Robert Kiyosaki. Menjadi sukses, mempunyai keseimbangan hidup adalah sangat mungkin dicapai dalam usia muda.

Sumber daya manusia saat ini juga mempunyai piihan lebih untuk sukses dari cara – cara baru menghasilkan uang selain menjadi pebisnis, investor atau karyawan. Pengakuan dan pendalaman tentang kepribadian dan mengenali diri sendiri sebagai makhluk hidup membantu setiap manusia mengekspresikan diri dan apa yan dicintainya dan dikenal sebagai passion sebagai niat awal berbagi dan mendapatkan keuntungan atau hasil tidak hanya berupa keuntungan ekonomi (uang) juga penghargaan lingkungan dengan lebih mudah dikenal dan menjadi influencer bagi pribadi yang mempunyai kesukaan dan pola pikir yang sama.

Budaya berkantor sebagai tanda pengenal karyawan juga mulai bergeser menyesuaikan evolusi cara bekerja, kantor – kantor dengan tim kecil (kurang dari 10 orang) bermunculan dan perindustrian mulai bergerak menyesuaikan. Bahkan self employee mulai bekerja dari rumah. Betapa tidak ? peralatan bekerja di kantor yang tadinya hanya mungkin dimiliki perusahaan karena harganya mahal atau ukurannya yang besar, lama – lama mengecil dan lebih ekonomis dimiliki semua orang sehingga memungkinkan pekerjaan yang bisa dilakukan dari email dikerjakan di rumah.

Perubahan ini tentunya sangat disambut oleh pengusaha kecil menengah (UKM) dan para wanita karena mempunyai pilihan dan peluang baru untuk tetap berdaya dan mandiri secara ekonomi sambil mendidik anak di rumah dan tetap dekat dengan keluarga.

Bagi penulis, fenomena ini sangat besar artinya dalam menghargai keberadaan manusia yang makin banyak dengan persaingan makin ketat, serta usia produktif yang lebih panjang.

Perubahan yang baik yang memungkinkan prestasi anak – anak di usia sekolah lebih menghasilkan dan lebih berguna untuk sesama dan pemberdayaan sumber daya manusia di usia matang atau usia pensiun lebih baik dan berkualitas sehingga menghasilkan masyarakat yang lebih sehat lahir dan batin, lebih banyak beriteraksi sebagai manusia seutuhnya, mendekatkan jurang pemisah antar generasi yang biasanya sangat terasa dan membangun Negara yang lebih kuat dengan menguatkan hubungan tiap individu dengan keluarganya.

Tidak perlu khawatir pekerjaan akan banyak digantikan oleh mesin dan robot yang mirip manusia, karena modal yang paling berharga dari sebuah usaha adalah ide kreatif, profesionalisme dan personal touch dari manusia yang tidak bisa dijiplak dan dicopy oleh siapapun.

Kelola anggota keluarga, tim kerja dan perusahaan Anda dengan menghargai personal sebagai modal yang besar di perusahaan Anda, menghargai potensi dan kualitas dengan penuh kemanusiaan, sebagai mahluk sosial yang harus saling membantu dan bisa diandalkan untuk warisan generasi mendatang.