• Facebook
  • Linkedin
  • Google
Benyamin Ruslan Naba
by on May 14, 2020
338 views

#DigitalLife • Dulu tahun 2002 sewaktu saya menjadi konsultan manajemen membantu sebuah perusahaan media digital terkemuka di Indonesia, mereka sudah menggunakan istilah 'Digital Life'.

Dan sekarang saat krisis pandemi ini, kita semua betul-betul mengalami kehidupan digital.

Siswa sekolah dan mahasiswa belajar di rumah secara virtual dengan guru atau dosennya, menggunakan teknologi digital.

Karyawan dan pebisnis bekerja dari rumah menggunakan teknologi digital untuk rapat, diskusi atau presentasi.

Freelancer, startup dan entrepreneur berkegiatan di rumah dan mendapat dukungan dari #virtualoffice.

Pejabat pemerintah melakukan koordinasi melalui rapat-rapat virtual dari rumah atau kantor masing-masing.

Startup, entrepreneur dan profesional belajar dan mengikuti training dan live webinar melalui beragam saluran eLearning dari berbagai belahan dunia.

Ibu-ibu di rumah juga memasak dipandu oleh chef menggunakan teknologi video digital.

Pehobi kebugaran mengikuti instruksi pelatih secara virtual dari video streaming.

Pebisnis kuliner mendapat pesanan makanan dari pelanggan rumahan secara virtual dan diantar oleh pengemudi ojek online.

Singkat cerita, kita semua dipaksa mendadak mengalami 'Digital Life'.

#ManusiaPembelajar • Charles Darwin pernah mengatakan: Bukanlah mereka yang paling kuat atau paling cerdas yang dapat bertahan hidup, melainkan mereka yang paling tanggap beradaptasi terhadap perubahanlah yang dapat bertahan.

Oleh karena itu, kita semua sekarang sedang sibuk belajar untuk beradaptasi terhadap krisis karena pandemi COVID-19. Pun kita harus belajar untuk hidup berdamai dengan virus ini.

Setiap perusahaan dan bisnis yang masih bertahan hidup, juga harus belajar beradaptasi dengan perilaku pasar dan pelanggan yang berubah.

Demikian juga kita belajar untuk mengelola tim SDM bekerja dari rumah atau remotely dari #coworkingspace.

Sekolah dan universitas juga terpaksa belajar dalam waktu singkat untuk mengelola pendidikan secara online dan ujian secara virtual sambil diawasi orangtua siswa masing-masing.

Kita semua dipaksa belajar beradaptasi menjadi Manusia Pembelajar.

#Blitzlearning • Kita bukan lagi hanya belajar, tetapi belajar sambil beradaptasi dengan sangat cepat.

Reid Hoffman, co-founder LinkedIn, entrepreneur dan investor ini, menulis buku berjudul Blitzscaling: The Lightning-Fast Path to Building Massively Valuable Companies.

Ia mengumpamakan startup yang ingin meroket (blitzscaling), ibarat manusia yang diterjunkan dari sebuah pesawat, turun dengan kecepatan sangat cepat sambil berpacu merakit sebuah pesawat bermesin turbo dan harus selesai sebelum menyentuh tanah!

Bayangkan betapa kecepatan dan kecerdasan harus berpadu secara harmonis agar selamat sampai di tujuan!

Dalam sebuah tulisan di McKinsey Quarterly, untuk dapat beradaptasi dengan The Next Normal, disarankan supaya kita menguasai dua hal ini: menjadi The Fast Learner dan The Best Adapter.

#TheFastLearner berarti aktif mencari tahu sebanyak dan secepat mungkin dari berbagai sumber terpercaya, mengenai kemana arah gerak perubahan dunia atau perubahan di bidang dan industri yang sedang kita geluti.

#TheBestAdapter berarti mampu membuat solusi dan mengambil keputusan kreatif yang terbaik.

Dalam hal inilah kita perlu mengasah keterampilan kepemimpinan berbasis entrepreneurship (Entrepreneurial Leadership) yang fokus pada Solusi, Pemecahan Masalah dan Pengambilan Keputusan.

Sekarang inilah saat terbaik untuk menciptakan nilai (Value Creation) pribadi kita masing-masing dalam masa belajar 'digital life'. Esok hari kita sudah harus bergegas kembali.

• Benyamin Ruslan Naba
Entrepreneur, mentor dan coworking enthusiast

#estubizi
#estubizinetwork
#BeraniBerbisnis
#RayakanKolaborasimu

Photo credit: Joshua Earle dari Unsplash

Be the first person to like this.