Lily Nababan
by on December 28, 2018
51 views

Berbagai reaksi akan muncul ketika orang mengetahui bahwa founder dan co-founder sebuah startup/perusahaan adalah pasangan suami istri. Terkejut (surprise!), kagum, lega atau malah sinis. Beberapa orang menganggap bekerja dengan pasangan adalah malapetaka. Sedangkan yang lain menganggap hal tersebut merupakan saluran untuk mewujudkan mimpi-mimpi pasangan tersebut.

 

Ada pula yang berpendapat membangun usaha dengan pasangan adalah sebuah pilihan berani. Jika ada yang salah, pekerjaan dan pernikahan mereka dipertaruhkan. Di sisi lain ada pula manfaatnya; karena menjalankan perusahaan merupakan hal yang menghabiskan waktu, lalu mengapa tidak berbagi dengan pasangan?

 

Stewart Friedman, profesor manajemen di Wharton Business School mengatakan bahwa kepercayaan yang kamu miliki pada (pasanganmu sebagai co-founder) lebih besar daripada yang mungkin kamu miliki dengan mitra bisnis lain dalam hidupmu. Sangat menarik untuk berbagi kebahagiaan pencapaian bersama. “Dan sebagai seorang profesional bisnis, kamu cenderung belajar lebih banyak dan lebih cepat, dan melihat perspektif yang berbeda, karena kamu dapat sangat peduli satu sama lain,” tutur Stewart. 

 

Apabila kamu ingin membangun startup bersama suami atau istrimu, kira-kira apa saja yang perlu diperhatikan?

 

1. Bangun Hubungan Berdasarkan Pertemanan dan Saling Menghargai

 

Buat pasangan yang sudah lama berteman, berkencan dan kemudian menikah lalu mendirikan startup bersama mungkin hal ini tidak sulit. Keduanya sudah melalui masa-masa senang dan susah sekian lama sebelum menikah atau meluncurkan bisnisnya. Fondasi ini telah membuat mereka membumi dan bertumbuh menjadi hubungan yang saling menghormati dan mengagumi satu sama lain. Saling kagum pada prestasi, etos kerja dan dorongan lain ini bisa melekatkan keduanya dalam memimpin dan menjalankan startup milik bersama.

Bagi yang tidak sedekat itu jangan putus asa. Kamu sudah memiliki cinta untuk memulai, lalu bekerja sedikit lebih keras saja untuk memadukannya dengan pekerjaan agar berhasil.

 

2. Berbicara Satu Sama Lain sebagai Profesional

 

Menjaga standard profesional di hadapan tim kerja dan staff biasanya dapat dilakukan secara alami; namun pasangan harus membuat hal tersebut sebagai prioritas dengan sangat sadar saat berkomunikasi di tempat kerja. Tak apa saling memanggil dengan nama kecil, tetapi selalu berbicara dengan rasa hormat yang tinggi. 

Dengan mempertahankan standar emas profesionalisme dan komunikasi di tempat kerja, pasangan telah mencegah perselisihan besar. Ketika salah satu emosinya mulai naik, pasangan sudah memiliki garis terbuka diantara mereka berdua untuk membantu menyelesaikannya dengan cepat — di rumah.

 

3. Tentukan Peran Anda dan Tetapkan Ruang Terpisah

 

Suami maupun istri sebagai founder dan co-founder harus mempunyai tugas-tugas jelas dan staff khusus yang melaporkan pada mereka. Ini penting untuk keberhasilan bisnis, dan hal ini bisa terlaksana jika keduanya memiliki fondasi hubungan yang kuat. 

Ketika masalah muncul di area salah satu pasangan, sebaiknya keduanya tunduk pada si pemilik area karena sudah saling mempercayai keterampilan pengambilan keputusan. Demikian juga, pasangan ini harus memiliki ruangan sendiri di kantor untuk mengakomodasi pertemuan-pertemuan, panggilan dan tanggung jawab lain yang datang bersamaan dengan menjalankan bisnis bersama tersebut.

 

4. Nikmati Manfaat Kedekatan

 

Kerap kali pasangan entrepreneur begitu sibuknya sehingga tak saling jumpa di kantor yang sama itu. Maka sempatkanlah untuk makan siang bersama atau menjauh sejenak dari laptop masing-masing untuk bertemu/berkomunikasi dengan anak atau keluarga lain dan sahabat. Inilah salah satu manfaat kerja bersama; jadi nikmatilah. 

Namun jangan terlalu mempercayai bahwa kedekatan fisik sama dengan keintiman emosional. Meskipun kencan makan siang atau menghadiri seminar berdua itu menyenangkan, namun belum tentu itu akan menopang pernikahan pasangan entrepreneur. Tetap lakukan pekerjaan dan hal-hal yang lebih baik dalam relasi sebagai suami istri, melakukan percakapan yang tidak berputar di sekitar bisnis melulu dan terus mengupayakannya, karena hal tersebut sangat berharga!

 

Beberapa contoh pasangan pengusaha dari Silicon Valley dan Silicon Alley yang berhasil memadukan pernikahan dan bisnis mereka, misalnya pendiri perusahaan raksasa Cysco Systems yaitu Len Bosack dan Sandy Lerner. Walaupun akhirnya mereka bercerai, namun perusahaan mereka berhasil bertumbuh dan besar sejak awal mereka membangun Cysco. 

 

Pendiri VMware, anak perusahaan Dell Technologies yang menyediakan perangkat lunak dan layanan komputasi awan dan platform adalah pasangan Diane Greene dan Mendel Rosenblum. 

 

Pasangan Michael dan Kass Lazerow mendirikan Buddy Media pada tahun 2007. Ini adalah platform pemasaran media sosial yang membantu perusahaan membangun koneksi dan menjaga hubungan dengan pelanggan. Salesforce membelinya seharga AS$ 689 juta pada bulan Juni 2012. ***

 

*Dari berbagai sumber 

1 person likes this.