Lily Nababan
by on October 8, 2018
65 views

1. Jumlah kelas Menengah Cina Terbesar di Dunia

Ketika ekonomi Cina booming, yang jauh lebih menarik adalah dampak dari ledakan ini. Sejak tahun 2007 Cina memiliki lebih dari tiga kali lipat ukuran kelas menengahnya yang berpenghasilan bersih lebih dari US$10.000 per tahun.

Ledakan ekonomi tersebut menciptakan kelas menengah terbesar di dunia di Cina. Ini terjadi karena pertumbuhan kelas menengah Cina menghabiskan lebih dari US$260 miliar tahun lalu; lebih dari pada negara-negara lain. Sementara itu hanya 5 persen penduduknya yang mempunyai paspor.

2. Perdagangan lintas batas tumbuh lebih cepat daripada perdagangan domestik.

Akibat internet, kelas mengenah yang bertumbuh ini bahkan tidak butuh bepergian untuk menghabiskan uang mereka yang banyak itu. Selama lima tahun, pertumbuhan perdagangan lintas batas tumbuh lebih cepat daripada perdagangan dalam negara. Jumlahnya 7% dari keseluruhan pengeluaran perdagangan; lebih dari US$100 miliar dalam pendapatan tahunan. Pasar lintas batas diperkirakan mencapai US$140 miliar pada tahun 2021.

Bahkan jika bisnis luar negeri tidak berencana untuk hadir di Cina, mereka harus tetap memikirkan konsumen Cina.

3. eCommerce jadi nyata

Ketika ecommerce Cina bakal memiliki kekuatan pertumbuhan tahunan sebesar 20% di tahun-tahun berikut ini, maka ini adalah pasar yang matang.

Jadi, pasar bertumbuh baru macam apa yang dicari oleh raksasa ecommerce seperti Alibaba dan JD.com? Mereka kembali ke dunia nyata.

Dua tahun lalu, Jack Ma menciptakan kosa kata “ritel baru” (new retail), sebuah industri yang mendorong pengalaman-pengalaman online ke lokasi offline.

Alibaba sudah siap membuka 46 toko kelontong miliknya di bawah merek Hema. Tidak mau kalah, JD.com baru-baru ini membuka toko pertamanya di Beijing dinamakan 7Fresh.

Tidak hanya ritel fisik yang enggan menjauhi Cina, secara strategis ini lebih penting daripada yang pernah ada.

b. Peluang besar di kota-kota kecil

Saat Pinduoduo yang bermarkas di Shanghai meraih US$1.6 miliar dalam IPOnya, sejumlah tren menarikmuncul. Tetapi yang paling menarik adalah peluang besar di pasar pedesaan Cina.

Perusahaan-perusahaan Cina memiliki sejarah mendahulukan kota tingkat 1 dan tingkat 2. Tetapi wilayah pedesaan mempunyai pengalaman pertumbuhan luar biasa dalam hal populasi, penetrasi internet dan paling penting adalah pendapatan bersih yang naik lebih dari 36% dalam lima tahun terakhir.

Goldman Sachs memperkirakan kota-kota pedesaan akan menyumbang 71% dari pembelanja online baru dalam beberapa tahun mendatang. Pinduoduo telah memanfaatkan tren ini dengan cemerlang, dan banyak perusahaan pasti akan mengikuti.

5. Ada internet yang benar-benar baru dalam WeChat

Toko aplikasi Apple diluncurkan tahun 2008 dan mencapai 100.000 aplikasi di tahun pertama setelah lahir. Sedangkan program mini Tencent meraih 580.000 aplikasi dalam satu tahun.

Tencent memproyeksikan akan ada 400 juta pengguna yang menggunakan program mini WeChat per hari pada akhir tahun ini. Melalui fitur ini, WeChat telah menandai tiga tantangan terberat dalam membangun aplikasi yaitu:

  • Onboarding : Semua orang sudah masuk dan diidentifikasi secara unik yang membuat orientasi mudah.

  • Distribusi : Pengguna mempunyai akses penuh ke kotak WeChat milik mereka untuk berbagi isi termasuk semua aplikasi mininya.

  • Pembayaran : Pengguna dapat segera melakukan pembelian melalui WeChat Pay tanpa syarat tambahan.

6. BAT atau Tidak BAT

Tahun 2005, Baidu go public di Nasdaq dan menyaksikan sahamnya meroket 354% saat tutup hari; keuntungan hari pertama terbesar di sepanjang 18 tahun. Sahamnya terus menanjak cepat hingga kehilangan momentum di bulan November 2014. Hampir di waktu yang bersamaan, Alibaba go public dengan IPO global terbesar dalam sejarah.

Kendati produk yang sama sekali berbeda, Baidu dan Alibaba mempunyai kesamaan kunci yaitu keduanya memacu pendapatan yang signifikan dari iklan digital. Kalau Anda pikir Baidu meraih lebih banyak pendapatan iklan, maka sebenarnya perngiklan digital nomor satu di Cina adalah Alibaba.

Sejak awal Alibaba memblokir Baidu dari upaya membuat daftar konten barang jualannya dan tetap menyimpannya hanya untuk layanan pencarian Alibaba sendiri dan untuk menghasilkan uang dari trafik jual-beli Alibaba saja.

Ini kebalikan dari Google yang meraup lebih dari 75 persen dari semua pendapatan iklan pencarian belanja ritel. Itu adalah bagian penting dari pendapatan yang dinikmati oleh Google yang tidak dapat diakses oleh Baidu. Karena pendapatan iklan e-niaga terus melebihi pendapatan iklan penelusuran umum, pendapatan Baidu sendiri kemungkinan akan berkurang.

Jadi, ketika Alibaba dan Tencent semakin kuat di jajaran BAT, Baidu menghadapai masa depan yang tak pasti. Apa ini berarti kita mungkin segera melihat TAT (Toutiao, Alibaba, Tencent), DAT (Didi, Alibaba, Tencent), MAT (Meituan, Alibaba, Tencent) atau grup lainnya? Waktu yang akan berbicara.

7. Cina melompati dunia dalam pembayaran dan Artificial Intelligent (AI)

Konsumen di pasar yang sedang bangkit seperti Cina kadang-kadang melompati semua generasi platform. Misalnya, AS pindah dari VHS ke DVD. Cina, melangkahi VHS dan langsung ke DVD karena saat itu DVD pilihan yang sudah siap sesuai kebutuhan mereka akan media fisik.

Baru-baru ini kita menjadi saksi lompatan dua platform pembayaran dan komputer di Cina. Ini sangat menarik karena lompatan bukan hanya ke solusi terbaru dari AS atau pasar lain yang sudah mapan. Sebaliknya, itu adalah solusi yang lebih maju daripada apa pun yang dimiliki dunia selama ini.

Untuk pembayaran, Cina berada di tengah-tengah melewatkan kartu kredit sebagai platform pembayaran dominan dan langsung melompat ke pembayaran seluler (Alipay dan WeChat pay). Pasar pembayaran mobile Cina sudah hampir mencapai US$16 trilliun, 100 kali lebih besar dari US.

Untuk komputasi, pasar yang matang masih bergantung pada tugas-tugas yang dibantu komputer, di mana komputer mendukung pembuat keputusan manusia. Namun, Cina berada di tengah-tengah melewati model yang dibantu komputer ini dan langsung melompat ke keputusan yang didorong AI. Presiden Cina Xi Jinping telah menetapkan tujuan menjadikan Cina pemimpin global dalam AI pada tahun 2030.

Sebagian dari ini adalah karena kebutuhan, sebab melayani ukuran besar populasi Cina membutuhkan otomatisasi cerdas dengan hasil jauh melampaui cara manual yaitu tenaga manusia. Tetapi sebagian darinya juga oportunistik, karena dampak ekonomi AI Cina diperkirakan akan bernilai ratusan miliar dolar.

8. Masa keemasan startup Cina ada di tangan kita

Masa keemasan startup adalah antara 2009 dan 2012, di mana perusahaan-perusahaan konsumen ikonik didirikan secara konsisten setiap tahun. Dan sejak itu, jauh lebih sulit untuk keluar sebagai pengusaha konsumen. Tetapi apakah hal yang sama berlaku untuk Cina?

Tampaknya tidak. Tren yang meningkat dari tahun 2007 hingga 2014 sudah jelas. Semakin banyak perusahaan startup ada di Cina - baik di konsumen maupun perusahaan - sejak tahun 2007. Gema ledakan ekonomi dalam GDP Cina dari 2004 hingga 2007 telah menciptakan bahan mentah bagi startup yang hebat untuk muncul sekarang; saat ini juga. ***

Penulis: Eric Feng, Tech in Asia

 

Posted in: Startups